Jumat, 11 Juli 2014
30 maret
Tuhan kenyataan ini pahit ketika sesuatu yg sengaja kita hilangkan kita rindukan kembali, sementara warna, jenis, bentuk dan rupanya tak bisa dibayangkan, begitu samar-samar tapi terasa sangat menyiksa, sangat dekat.
Penyesalan ini datang ketika dia yang sengaja kita buang, terus dan terus menghantui ingatan. Tuhan seperti apakah aku dimatanya? dimata seseorang yg telah kusiasiakan dan kuanggap bencana, aku rindu mengusapnya, aku rindu menuruti semua keinginan tidak masuk akalnya, aku rindu penolakanx terhadap parfum. Aku malu terhadap ddiriku senddiri, makhluk macam apa yg tega melakukan ini, mengapa aku yang bersalah tapi dia yang harus mendderita, dia yang tidak tau apa-apa harusmenanggung semua kesalahan orang-orang yang ia sayangi.
Peluk dia disisimu Tuhan,sampaikan penyesalan kami yang tak berarti, ajari dia untuk memaafkan kesalahan kami yg fatal, sampaikan salam cinta kami untuknya. kami mecintaimu :* :*
Langganan:
Komentar (Atom)
